Ad Unit (Iklan) BIG

Radio Gentara

MENGHINDARI PERILAKU TERCELA (TAKABUR)



A.    Pengertian dan Macam-macam Takabur
1.      Pengertian Takabur
Takabur atau sombong berarti membesarkan diri dan menganggap dirinya lebih dari orang lain. Menurut istilah, takabur berarti suatu sikap yang memandang rendah terhadap orang lain, sementara itu ia memandang tinggi dan memuliakan dirinya sendiri. Allah SWT berfirman yang artinya :
Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya.
 Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.
(QS. An-Nahl: 29)
2.      Macam-macam Takabur
a.       Takabur kepada Rasulullah SAW
Apabila seseorang tidak mau menaati atau mengikuti yang telah disunahkan Nabi Muhammad SAW seperti tata cara shalat yang baik, bergaul dengan ramah, dll.
b.      Takabur kepada Sesama Manusia
Biasanya terlihat dari hal-hal yang sifatnya lahiriah/fisik. Seperti kekayaan, kedudukan, wajah, keahlian, dan ilmu yang dimiliki seseorang.
c.       Takabur kepada Allah SWT
Keadaan seseorang yang tidak mengakui dan menerima kebenaran yang datang dari Allah SWT seperti perintah shalat, zakat, dan amal ibadah lainnya.

Secara umum takabur dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Takabur Batini (Sikap)
Merupakan sifat takabur yang tidak nampak secara lahir atau fisik. Contohnya, tidak mau berdoa kepada Allah SWT dalam menghadapi persoalan, padahal persoalan tidak akan selesai tanpa pertolongan Allah SWT. Allah SWT berfirman yang artinya :
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong
tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam
dalam keadaan hina dina. (QS. Al-Mu’min: 60)
b.      Takabur Zahiri (Perbuatan)
Merupakan sifat takabur yang dapat dilihat langsung dengan panca indra. Contohnya, orang yang memalingkan muka terhadap orang lain. Allah tidak menyukai orang yang memalingkan muka sebagaimana firman-Nya yang artinya:
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
(QS. Luqman: 31)

B.     Dalil Al-Qur’an tentang Larangan Takabur
1.      QS. Al-Isra’: 37-38
Artinya :
(37) Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tifak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung. (38) Semua itu kejahatannya sangat dibenci di sisi Tuhanmu. (QS. Al-Isra’: 37-38)

2.      QS. An-Nisa’: 36
Artinya :
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuatbaiklah kepada orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS. An-Nisa’: 36)

C.    Contoh dan Cara Menghindari Perilaku Takabur
1.      Contoh-contoh Perilaku Takabur
a.       Perilaku Lahir
1)      Sikap memuji diri, merasa lebih kaya, lebih pandai, lebih cantik, dan lebih tampan
2)      Merendahkan dan meremehkan orang lain
3)      Suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain
4)      Tidak mau menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun
b.      Perilaku Batin
1)      Tidak mau mengakui kebesaran Allah
2)      Tidak mau menyembah dan menghambakan diri kepada Allah
3)      Tidak mau memuji akan Maha Rahman dan Maha Rahimnya Allah
4)      Tidak pernah bersyukur kepada Allah
2.      Cara Menghindari Perilaku Takabur
a.       Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT
b.      Selalu mensyukuri semua nikmat yang kita terima dari Allah SWT
c.    Selalu menyadari bahwa semua yang kita miliki tidak ada artinya dibandingkan dengan kekuasaan Allah SWT
d.      Selalu bersikap ramah tamah terhadap semua orang
e.       Tidak meremehkan dan merendahkan orang lain

Related Posts

Subscribe Our Newsletter