Si Emas yang
Menyengat
Oleh Argi Noor Hidayat (5),
kelas IXA
Liburan sudah
tiba, saat itu aku dan teman sekelasku berwisata ke Air Terjun Sri Gethuk yang
berlokasi di Wonosari. Kami akan menggunakan bus pariwisata mini untuk
transportasi. Liburan ini sebagai tanda perpisahan karena kami telah mengikuti
UN SD pekan lalu.
Hari yang
ditunggu-tunggu sudah tiba, siswa dan siswi SD Muhammadiyah Program Khusus
Pracimantoro angkatan pertama berangkat ke sekolah dengan bersemangat.
Nampaknya mereka siap untuk berwisata, aku juga sih, hehe J Namun sayang sekali, bus yang akan kami tumpangi nampaknya
belum terlihat dari kejauhan. Di sela-sela kami menunggu, banyak aktifitas yang
kami lakukan seperti ada yang asyik mengobrol, berkhayal tentang tempat yang
kami tuju dan ada yang lagi asyik makan sendiri.
Akhirnya, aku
dapat ide dan ingin menjahili temanku yang lagi keasyikan makan tadi, Nadhif
namanya. Selanjutnya aku langsung mengajak salah satu temanku untuk ikut
menjahili Nadhif tadi.
“ Rohman, ayo
ngageti Nadhif, ket mau mangan ora bagi-bagi... ” ucapku
“ Ayo Gi,
kancane do ngobrol malah mangan ” balas Rohman
“ 1... 2... 3...
Naadhifff...... ” teriak aku dan Rohman sambil menepuk pundak Nadhif
“ Astagfirullah,
ngopo weke to Gi? Rohman barang malah melu ” teriak Nadhif yang sedang kaget.
Telolet,
telolet.!! Terdengar bel bus berbunyi, kami langsung segera bergegas untuk
masuk ke dalam bus dan mencari tempat duduk. Aku memutuskan untuk duduk dengan
teman dekatku, dia adalah Fathoni. Langsung semua siswa bersiap untuk
berangkat, tapi sih pada alay gitu, alias riuh banget, sampai bosen dengernya.
“ Assalamu
‘alaikum anak-anak, marilah kita berdoa dahulu sebelum berangkat.!” kata Ust.
Arif dari depan bis.
“ Waalaikumsalam
warrohmatullahi wabarakatuh... baik ust.. ” sahut para siswa
“ Berdo’a
mulai.! ” Balas Ust Arif
Siswa-siswa
terdiam dan berdoa dengan khusuk. Tepat pukul 07.00 kami berangkat menuju obyek
wisata.
Di perjalanan,
bus dipenuhi oleh tawa siswa dan siswi yang lagi pada asyik mengobrol dan juga
melawak. Saat itu juga aku agak badmood soalnya lagi pusing.
“ Ngopo Gi, tek
ora melu ngakak? Ada masalahkah? “ kata Fathoni
“ Orapopo kok,
gor rodo mumet.. “ balasku
“ Mikirke sing
neng buri kae opo pye Gi? “ sahut Ust Rosyi sambil menunjuk Afida diikuti tawa
riuh para siswa
Afida adalah
anak kepala sekolah SD Muhammadiyah Pracimantoro saat itu, orangnya cantik,
pinter dan sholehah. Dulu itu sempat ada sesuatu yang membuat aku sering diejek
dengan dia. Tapi aku sih diam saja, orang tidak ada apa-apa kok.
“ Hla iyo Argi
ke, ora mikirke aku wae, hahaha.. “ jawab Pratama
“ Wah-wah
mikirke koe ngko malah disengeni Fadia noo.. “ balasku
Semuanya tertawa
lagi, ketika itu aku sudah mulai menghilangkan rasa badmood. Namun, terlihat
ada salah satu temenku yang lagaknya lesu dan pucat. Rasmangu namanya.
“ Ram, rep gawe
bubur opo piye? “ kata Ust Arif
“ Enggak ust,
cuman agak mual. “ jawab Rasmangu
“ Ya udah dibuat
tidur aja ya? “ balas Ust Arif
“ Iya ust.. “
ucap Rasmangu.
Setelah itu, kami melewati jalan yang berliku-liku. Hal
yang baru saja dibicarakan ternyata terjadi. Tiba-tiba Rasmangu muntah dan
langsung dibantu Ust Arif. Ketika itu Ust Arif meminta untuk memberhentikan
busnya dulu.
“ Pak sopir, berhenti dulu ya? Ada yang mau mbubur... “
ucap Ust Arif
“ O, enggeh-enggeh pak... “ balas pak sopir dengan sopan
Bus pun berhenti
dan Rasmangu beserta Ust Arif dan Ust Rosyi keluar bus merawat untuk Rasmangu. Sampek
di luar bus, Rasmangu langsung muntah lagi. Aku jadi ikut mual. Akhirnya aku meminta
izin Ust Yani untuk turun.
“ Ust, malah
mual, boleh turun dulu? ” ucapku
“ Boleh Raden..
Silahkan.. “ balas Ust Yani
Setelah diizinkan oleh Ust Yani, akhirnya aku
keluar bus. Di luar bus aku menghirup udara segar karena berhentinya di
persawahan hijau. Di samping aku bersantai, Rasmangu masih dirawat oleh
ustadzahku. Setelah selesai, kami masuk lagi ke dalam bus. Namun saat aku masuk
ke dalam bus, aku mencium bau kotoran yang menyengat dan temanku yang lain juga
merasakannya. Setelah lama-kelamaan semua berpikir penyebab bau itu, ternyata mereka
menunjuk aku.
“ Koyokke koe to
Gi? “ celoteh Pratama
“ Ho.o Gi, kowe
to? “ lanjut Dewangga
“ Mosok aku to?
“ jawabku kaget
Akhirnya aku
memutuskan untuk mengecek bagian tubuhku dan menemukan noda keemasan di sandal
dan celanaku. Ternyata saat aku keluar dari bis tadi aku menginjak benda yang
menjijikkan, yaitu koran (kotoran orang), hehe J Aku langsung ditertawai
oleh semua yang ada di bus itu.
“Gi, entuk
jackpot emas to kowe kee?? hehehe...” ucap salah satu temanku
“Iyo-iyo
makasih..” balasku dengan cuek.
Lama kelamaan, bus yang kami tumpangi semakin bau. Ust
Arif berinisiatif untuk mencari kopi, karena kopi dapat mentralisir bau.
“ Pak sopir, tolong cariin toko kopi ya? “ ucap Ust Arif
“ Baik pak... “ jawab pak sopir
Perjalanan masih
berlanjut dengan bau yang menyelimuti bus. Tak lama kemudian akhinya sang sopir
menemukan toko kopi.
“ Ini pak toko kopinya.. “ ucap lantang pak sopir
Setelah menemukan
kopi, Ust Arif langsung menaburkannya di bawah lantai bus.
“ Hyuh, emasse
Argi awet gek, ora ilang-ilang “ kata Ust Arif
“ Enggeh ust,
enjing-enjing badhe kula gadekke.. “ balasku dengan senyuman
Bus kembali riuh dengan tawa para siswa. Tak lama kemudian,
kita sampai di tempat wisata. Anak-anak langsung bersiap dan menata diri
masing-masing untuk memulai berwisata. Sedang aku masih ditemani emasku, hehe J
“ Semua turun, hati-hati ya dengan Argi, awas emasnya
hilang... “ celoteh Ust Arif lagi
Di tempat
wisata, kami langsung turun dan aku bergegas mencari tempat untuk ganti celana.
“ Nah, itu dia
tempatnya.. ” ucapku semangat melihat tempat ganti.
Eh ternyata ada
temanku yang nguping.
“ Wis-wis gek
ganti kono sek mas.. ” ucap Nadhif yang sempat aku kagetin tadi.
Di tempat itu
aku langsung ganti dengan celana yang aku pinjam dari temenku, soalnya aku cuma
membawa satu celana dan malah dapat jackpot lagi.
Setelah ganti
aku langsung bergabung bersama teman-temanku dan diam-diam mencuci sandalku di
salah satu air terjun, hehehe... Kami pun bermain ria untuk melepaskan beban UN
yang sudah kami lalui. Sebagai tanda perpisahan kami juga berfoto-foto di obyek
itu. Alhamdulillah akhirnya kami pulang dengan hati senang walau dapat jackpot
si emas yang menyengat, hehehe...