Ad Unit (Iklan) BIG

Radio Gentara

BUPATI WONOGIRI BERBICARA BATU AKIK



TEMPO.CO, Wonogiri - Bupati Wonogiri Danar Rahmanto meminta pegawai negeri sipil di kabupaten tersebut mengenakan batu akik. "Sifatnya hanya imbauan, tidak ada kewajiban," kata Danar kepada Tempo, Kamis, 12 Februari 2015.

Menurut Danar, Wonogiri merupakan daerah penghasil batu akik yang berkualitas internasional. Di Wonogiri, terkenal batu berjenis fire opal atau yang oleh masyarakat setempat disebut barjad api.

Danar mengatakan batu tersebut banyak ditemukan di Kecamatan Tirtomoyo dan Kismantoro. Masyarakat setempat pun banyak yang mencari barjad api.

Sebutir akik jenis fire opal berkualitas paling bagus biasa dijual dengan harga belasan juta rupiah. Batu ini sangat bening dengan bayangan mirip nyala api di dalamnya. Menurut Danar, batu tersebut saat ini telah menjadi buruan para kolektor akik.

Sedangkan limbah dari batu tersebut selama ini masih sulit dipasarkan. "Karena tidak jernih, masih ada bayangan kabutnya," ujar Danar. Para perajin biasa menjualnya dengan harga yang relatif rendah.

Meski harganya mahal, tutur dia, proses penggalian batu akik itu tidak mudah. Batu barjad api biasanya terhimpit batuan lain yang sangat keras. Proses penggosokan menjadi akik juga tidak mudah, lantaran sifatnya yang mudah pecah.

Di Kecamatan Kismantoro, batu fire opal banyak ditemukan di Gunung Muser, bukit kecil di daerah tersebut. Hanya saja, aktivitas penggalian telah dilarang oleh Perum Perhutani sebagai pemilik lahan. "Sekarang dijaga ketat oleh para mandor hutan," tutur perajin akik asal Kecamatan Kismantoro, Jasmani.

TEMPO.CO, Wonogiri - Bupati Wonogiri Danar Rahmanto menutup peluang investor luar daerah untuk ikut menambang akik di kabupaten itu. Danar hanya melibatkan masyarakat lokal untuk memperoleh akik jenis fire opal yang disebut-sebut berkualitas tinggi.

"Penambangan hanya diperbolehkan untuk penduduk lokal," kata Danar, Kamis, 12 Februari 2015. Selain itu, penambangan hanya boleh dilakukan dengan cara tradisional agar tidak merusak lingkungan di sekitarnya.

Selama ini, para penambang mencari batu fire opal dan menjualnya ke perajin akik yang berada di luar daerah. Tidak jarang, para pedagang dari luar daerah datang ke kawasan penambangan untuk membeli batu bahan akik itu dari para penambang.

Danar menuturkan masyarakat lokal memanfaatkan potensi dari hulu hingga hilir. Pemerintah Kabupaten Wonogiri akan mendorong terbentuknya badan usaha milik desa sehingga mampu mengolah batu menjadi akik. Dengan badan usaha tersebut, warga setempat diharapkan bisa menjualnya sebagai barang jadi yang bernilai tinggi.

Wonogiri merupakan penghasil batu akik jenis fire opal atau yang sering disebut barjad api. Nama itu diberikan karena terdapat bayangan seperti nyala api di dalamnya. "Sebutir fire opal biasa dijual hingga belasan juta rupiah," ujarnya.

Batu tersebut banyak ditemukan di Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo. Selain itu, fire opal juga banyak ditemukan di Gunung Muser, yang berada di Kecamatan Kismantoro. "Kualitas terbagus berasal dari Dusun Manggal yang ada di Tirtomoyo," katanya.

Salah satu perajin akik asal Kecamatan Kismantoro, Jasmani, mengatakan batu fire opal sudah mulai sulit diperoleh. Selama setahun terakhir, daerahnya diserbu para pemburu batu akik dari luar daerah. "Masyarakat setempat justru relatif awam tentang batu akik," tuturnya.

TEMPO.CO, Wonogiri - Bupati Wonogiri Danar Rahmanto meminta pegawai negeri sipil di kabupaten tersebut mengenakan batu akik. Imbauan itu diberikan sebagai upaya pemberdayaan para perajin akik yang ada di Wonogiri.

“Upaya itu harus dilakukan untuk meningkatkan perekonomian para perajin,” kata Danar kepada Tempo, Kamis, 12 Februari 2015.

Menurut Danar, Wonogiri merupakan daerah penghasil batu akik yang berkualitas internasional. Batu tersebut berjenis fire opal atau yang oleh masyarakat setempat disebut barjad api. Batu tersebut banyak ditemukan di Kecamatan Tirtomoyo dan Kismantoro.

Sebutir akik jenis fire opal berkualitas paling bagus biasa dijual dengan harga belasan juta rupiah. Batu ini sangat bening dengan bayangan mirip nyala api di dalamnya. Menurut Danar, batu tersebut saat ini telah menjadi buruan para kolektor akik.

Sedangkan limbah dari batu tersebut selama ini masih sulit dipasarkan. "Karena tidak jernih, masih ada bayangan kabutnya," tutur Danar. Para perajin biasa menjualnya dengan harga relatif rendah.

Meski harganya mahal, ujar dia, proses penggalian batu akik itu tidak mudah. Batu barjad api biasanya terhimpit batuan lain yang sangat keras. Proses penggosokan menjadi akik juga tidak mudah, lantaran sifatnya yang mudah pecah.

Salah satu perajin akik asal Kecamatan Kismantoro, Jasmani, mengatakan batu fire opal sudah mulai sulit diperoleh. Selama setahun terakhir, daerahnya diserbu para pemburu batu akik dari luar daerah. "Masyarakat setempat justru relatif awam tentang batu akik," tuturnya.


SUMBER OLAHAN :

Related Posts

Subscribe Our Newsletter