Ad Unit (Iklan) BIG

Radio Gentara

CARA KERJA ELEMEN VOLTA, ELEMEN KERING (BATERAI) DAN ACCU



Cara kerja elemen volta :
Alessandro Volta menemukan bahwa pasangan logam tertentu dapat membangkitkan gaya gerak listrik. Gaya gerak listrik inilah yang menyebabkan arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian, jika pelat tembaga dan pelat seng dihubungkan dengan kawat tembaga melalui sebuah lampu pijar kecil, maka lampu pijar akan menyala. Lampu pijar hanya menyala sebentar, kemudian meredup dan padam. Padamnya lampu pada peristiwa tersebut dinamakan polarisasi (pengkutuban) pada salah satu lempeng elemen. Pada saat terjadi aliran arus, pada lempeng seng akan menghasilkan gas-gas hydrogen berupa gelembung-gelembung dan pada lempeng tembaga dihasilkan endapan yang menempel dan menutupi lempeng tembaga, yang menyebabkan terhambatnya arus sehingga lampu menjadi padam.

Cara kerja elemen kering (baterai) :
Apabila dua kutub sebuah sel dihubungkan dalam suatu rangkaian, maka akan terjadi reaksi kimia yang melibatkan batang karbon, seng, dan beberapa bahan kimia di dalam pasta. Hasilnya, batang karbon kekurangan elektron sehingga menjadi bermuatan positive. elektron-elektron yang mengumpul  pada seng membuat seng kelebihan elektron dan menjadi bermuatan negative pada sel kering tersebut. Akibatnya, timbullah arus listrik karena tegangan Zn lebih besar dari tegangan C sehingga mengalir dari Zn ke C.

Cara kerja accumulator (accu) :
pada saat aki dipakai , kedua elektrodenya perlahan-lahan akan menjadi timbal sulfat. Hal itu disebabkan, kedua elektrode beraksi dengan larutan asam sulfat. Pada reaksi itu, elektrode timbal melepaskan banyak elektron. Akibatnya, terjadi aliran arus listrik dari pelat timbal dioksidanya. Setelah beberapa lama dipakai, akhirnya kedua elektrode tertutup oleh timbal sulfat . Akibatnya, diantara keduanya tidak ada lagi beda potensial. Keadaan tersebut disebut akinya soak / mati. Dalam aki terdapat elemen dan sel untuk penyimpan arus yang mengandung asam sulfat (H2SO4). Tiap sel berisikan pelat positif dan pelat negatif Pada pelat positif terkandung oksid timah coklat (PbO2), sedangkan pelat negatif mengandung timah (Pb). Pelat-pelat ditempatkan pada batang penghubung. Pemisah (separator) menjadi isolasi diantara pelat itu, dibuat agar baterai acid mudah beredar disekeliling pelat. Bila ketiga unsur kimia ini berinteraksi, muncullah arus listrik.

Referensi : Buku Teks dan LKS IPA FISIKA SMP dan  berbagai artikel

Related Posts

Subscribe Our Newsletter