Ad Unit (Iklan) BIG

Radio Gentara

SEMUA TENTANG NABI IBRAHIM AS


Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim As Dilahirkan sekitar tahun 2018 SM, di Faddam A’raam dalam Kerajaan Babylon (Babilonia, sekarang Irak). Ibrahim diabil dari kata ib/ab (إب) dan rahim (راهيم) yang artinya Ayah yang Pemurah. Ayahnya bernama Kutsi atau Azan bin Nakhur. Mendapat gelar Abul Anbiya’ artinya Bapak Para Nabi, karena kedua putra dan keturunannya banyak yang menjadi Nabi. Lahir di tengah-tengah kaum jahiliyah penyembah berhala dan ayahnya sendiri adalah pembuat berhala.
Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjual patung-patung buatannya, namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung -patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:"Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini?”
Sebelum memerangi kekafiran kaum jahiliyah, Nabi Ibrahim lebih dulu mempertebal iman dan keyakinannya, menguatkan hatinya serta membersihkan keraguan dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati. Do’anya pun terkabul.
Setelah mantap iman, tauhid serta keyakinan tentang keesaan Allah, ia mulai berdakwah di lingkungan keluarga, tetapi dia malah diusir ayahnya. Karena dengan dialog banyak orang yang tidak mau percaya dengannya, maka Nabi Ibrahim pun melakukan dakwah dengan cara nyata. Dia secara sembunyi-sembunyi menghancurkan berhala-berhala di tempat peribadatannya orang jahiliyah. Akhirnya raja Namrud pun marah dan langsung menuduh Ibrahim sebagai pelakunya. Ibrahim pun langsung dipanggil.
Setelah menghadap Namrud, nabi Ibrahim ditanya dengan keras “apakah benar kau yang menghancurkan berhala ini?” kata Namrud “tidak!” kata nabi “jadi, siapa yang menghancurkannya?” jawab Namrud. “karena kapak besar itu ada dileher patung besar, pasti dia yang menghancurkannya” kata nabi, “tidak mungkin, patung tidak bisa bergerak” balas Namrud, “lantas patung tidak bisa apa-apa saja kau sembah” jawab nabi.
Namrud pun semakin marah, dia langsung menyuruh pasukannya untuk membakar Ibrahim. Namun, setelah api padam dan kayu-kayu hangus terbakar, nabi Ibrahim tidak sedikitpun terbakar oleh api. Ini merupakan mukjizat terbesar nabi Ibrahim yang diturunkan oleh Allah SWT. Sebagaimana yang diterangkan dalam QS. Al Anbiya’ ayat 69 :


                          قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ


           Hai api menjadi dinginlah, dan keselamatanlah bagi Ibrahim. (QS. Al Anbiya’ : 69)

Related Posts

Subscribe Our Newsletter